Kembali

RS di Indonesia tidak Benar-Benar Sehat, tapi Mengapa Bertahan?

Oleh: Erik Purnama Putra · 2026-04-24

RS di Indonesia tidak Benar-Benar Sehat, tapi Mengapa Bertahan?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak institusi kesehatan menghadapi tekanan yang tidak ringan. Hal itu terjadi di tengah kompetisi yang semakin ketat, ketergantungan pada segelintir dokter anchor, regulasi yang terus berkembang, serta kebutuhan pendanaan yang tidak pernah berhenti.

Tidak sedikit rumah sakit (RS) yang tumbuh secara "natural", berkembang dari waktu ke waktu tanpa fondasi sistem yang kuat. Operasional berjalan, tetapi tidak terstandardisasi. Kinerja terlihat stabil, tetapi sulit diukur. Ketika tekanan datang, organisasi goyah karena terlalu bergantung pada individu, bukan sistem.

Menjawab kompleksitas tersebut, Medivara Healthcare Consulting hadir bukan sekadar sebagai konsultan, tetapi sebagai execution partner dalam industri kesehatan. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang berhenti pada strategi, Medivara terlibat langsung hingga ke level implementasi. Hal itu untuk memastikan setiap perubahan benar-benar terjadi di lapangan.

"Banyak rumah sakit ingin berubah, tetapi berhenti di tahap perencanaan. Tantangan sebenarnya adalah eksekusi. Di situlah kami berperan, memastikan transformasi benar-benar berjalan dan menghasilkan dampak," ujar Lead Advisor Clinical Operations & Governance Excellence Medivara, Rima Fatmasari, S.Apt., MARS dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut dia, pendekatan itu telah terbukti dalam transformasi Rumah Sakit Dharma Nugraha di Jakarta Timur. Rumah sakit tersebut memiliki sejarah panjang di bidang onkologi yang sebelumnya menghadapi tantangan serius dalam konsistensi operasional dan kepercayaan pasien.

Sebelum transformasi, sambung dia, proses berjalan tanpa standar yang kuat, koordinasi antarunit tidak optimal, dan kinerja sulit dikendalikan secara menyeluruh. Rumah sakit bergantung pada individu kunci, tanpa sistem yang mampu menjaga kualitas secara konsisten. "Transformasi bukan tentang memperbaiki yang rusak, tetapi membangun sistem yang membuat organisasi tidak lagi mudah rusak," ucap Rima.

Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak pendampingan Medivara, perubahan nyata mulai terlihat. Sistem operasional distandardisasi, struktur manajemen diperkuat, dan kualitas pelayanan meningkat secara signifikan. Dampaknya tidak hanya pada efisiensi internal, tetapi juga pada pengalaman pasien dan persepsi publik terhadap rumah sakit.

"Medivara tidak hanya memberikan arahan, tetapi benar-benar berjalan bersama kami dalam proses transformasi ini. Perubahan yang terjadi bukan hanya di atas kertas, kami merasakannya dalam sistem, tim, dan kepercayaan pasien," kata Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi, Sp.THT-KL.

Sumber: Republika